Kamis, 03 Januari 2013

Keseimbangan Perekonomian Terbuka


Keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi empat sektor atau perekonomian terbuka yaitu perekonomian yang menjalankan kegiatan ekspor dan impor. Oleh karena itu ini telah sepenuhnya menggambarkan penentuan kegiatan yang sebenarnya berlaku dalam perekonomian, maka analisis mengenai penentuan keseimbangan tersebut boleh juga dinamakan sebagai keseimbangan makroekonomi.
            Dua pendekatan akan digunakan untuk menerangkan bagaimana perekonomian empat sektor : rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan luar negeri, akan mencapai keseimbangan makroekonomi. Pendekatan yang pertama – yang diterangkan dalam bab ini, merupakan analisis yang melengkapi analisis dalam kedua bab sebelum ini. Analisis dalam bab ini memperhatikan bagaimana pengeluaran agregat ( AE ) dalam ekonomi empat sektor akan menentukan pendapatan nasional pada keseimbangan.
            Analisis yang pertama tersebut dapat lebih disempurnakan dengan menganalisis keseimbangan makroekonomi yang memperhatikan pula efek perubahan harga – harga keatas keseimbangan tersebut. Memperhatikan efek perubahan harga ke atas keseimbangan ekonomi dinamakan analisis permintaan agregat – penawaran agregat atau lebih popular dikenal sebagai analisis AD – AS. Analisis keseimbangan pendapatan nasional yang dilakukan dinamakan analisis Keynesian sederhana atau analisis “ Simple Keynesian “.

Sirkulasi Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka
            Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara – negara lain di dunia ini. Dalam perekonomian terbuka sektor – sektor ekonominya dibedakan kepada empat golongan, yaitu : rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan luar negeri. Melakukan perdagangan internasional merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh berbagai negara. Semenjak berabad – abad yang lalu, ketika berbagai perekonomian masih belum begitu berkembang, perdagangan ekspor dan impor telah mereka lakukan. Pada ketika ini kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian penting dalam kegiatan setiap perekonomian. Walau bagaimanapun, secara relatif, kepentingannya berbeda dari satu negara ke negara lain.
                               

Sirkulasi Aliran Pendapatan
Pada gambar diatas dapat dijelaskan aliran pendapatan tersebut meliputi gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan – yaitu seperti yang ditunjukkan oleh Aliran 1. Aliran pendapatan ini telah dikurangi pajak keuntungan perusahaan yang ditunjukkan oleh Aliran 2, tetapi belum dikurangi oleh pajak pendapatan perseorangan atau individu.
Rumah tangga, yang menawarkan faktor – faktor produksi kepada perusahaan untuk memperoleh berbagai pendapatan diatas, akan menggunakan dan membelanjakan pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang berikut.
Membayar pajak pendapatan individu kepada pemerintah dan pengeluaran ini ditunjukkan oleh Aliran 3. Seperti telah diterangkan pendapatan yang diterima setelah pajak dinamakan pendapatan disposebel.
Pendapatan disposebel yang diterima rumah tangga terutama akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang diproduksikan di dalam negeri. Pengeluaran ini akan digolongkan sebagai pengeluaran konsumsi keatas barang – barang dalam negeri – atau secara ringkas : Cdn. Pengeluaran ini digambarkan oleh Aliran 4.
Mengimporkan barang – barang yang diproduksikan di negara – negara lain. Pengeluaran ini ditunjukkan oleh Aliran 5.
Menabung sisa pendapatan yang tidak digunakan ke dalam institusi atau bank perdagangan, bank tabungan dan institusi penabungan lainnya. Penyimpanan atau penabungan ini ditunjukkan oleh Aliran 6 dan Aliran 7.
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan dua dari pengeluaran Aliran yaitu : Investasi perusahaan ( Aliran 8 ) dan pengeluaran Pemerintah ( Aliran 9 ). Dalam perekonomian terbuka pengeluaran keatas barang dalam negeri akan bertambah sebagai akibat dari ekspor, yaitu pengeluaran oleh negara – negara lain. Pengeluaran ini digambarkan oleh Aliran 10.
Berdasarkan kepada aliran – aliran pengeluaran keatas produksi sektor perusahaan dan keatas barang impor, yaitu seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 6.1, dapatlah disimpulkan bahwa dalam ekonomi terbuka pengeluaran agregat meliputi lima jenis pengeluaran berikut :
Ø  Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang – barang yang dihasilkan di dalam negeri ( Cdn ).
Ø  Investasi perusahaan ( I ) untuk menambahkan kapasitas sektor perusahaan menghasilkan barang dan jasa.
Ø  Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh di dalam negeri ( G ).
Ø  Ekspor, yaitu pembelian negara lain ke atas barang buatan perusahaan – perusahaan di dalam negeri ( X ).
Ø  Barang impor, yaitu barang yang dibeli dari luar negeri ( M ).


       Dengan demikian komponen pengeluaran agregat dalam ekonomi terbuka adalah : pengeluaran rumah tangga ke atas barang buatan dalam negeri, investasi, pengeluaran pemerintah, perngeluaran ke atas barang impor dan pengeluaran orang luar negeri ke atas barang buatan dalam negeri ( ekspor ). Pengeluaran Agregat ( AE ) dapat dinyatakan dengan formula berikut :


AE = Cdn + I + G + X + M
 
 



Apabila aliran – aliran tersebut diperhatikan dengan teliti akan didapati bahwa aliran yang berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan perekonomian tiga sektor sebagai akibat dari wujudnya kegiatan ekspor dan impor.
Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang – barang buatan dalam negeri ke negara – negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk ke sektor perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini akan meningkatkan dalam pendapatan nasional. Impor menimbulkan efek yang sebaliknya. Secara fisik, impor merupakan pembelian dan pemasukan barang dari luar negeri ke dalam suatu perekonomian. Aliran barang ini akan menimbulkan aliran keluar atau bocoran dari aliran pengeluaran dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan. Aliran keluar atau bocoran ini pada akhirnya akan menurunkan pendapatan nasional yang dapat dicapai. Dengan demikian, sejauh mana ekspor dan impor mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional tergantung kepada ekspor neto, yaitu ekspor dikurangi impor. Apabila ekspor neto adalah positif, pengeluaran agregat dalam ekonomi akan bertambah. Keadaan ini akan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

Penentu Ekspor dan Impor
Untuk dapat menggambarkan dan menentukan keseimbangan dalam perekonomian terbuka, perlulah terlebih dahulu dimengerti ciri – ciri dari ekspor dan impor. Untuk mengetahui ciri – ciri tersebut perlulah dilihat faktor – faktor penting yang akan mempengaruhi ekspor dan impor suatu negara. Kedua hal tersebut diterangkan dalam uraian berikut.

Faktor – faktor yang menentukan Ekspor
Sejauh manakah sesuatu negara akan mengekspor barang – barang yang diproduksikannya?. Banyak faktor yang akan menentukan hal ini dan pada dasarnya kepentingan ekspor  disuatu negara selalu berbeda dengan negara lain. Disebagian negara ekspor sangat penting, yaitu meliputi bagian yang cukup besar dari pendapatan nasional. Akan tetapi disebagian negara lain peranannya relatif kecil.
Sesuatu negara dapat mengekspor barang produksinya ke negara lain apabila barang tersebut diperlukan negara lain dan mereka tidak dapat memproduksi barang tersebut atau produksinya tidak dapat memenuhi keperluan dalam negeri.
Walau bagaimanapun faktor di atas bukanlah faktor yang terpenting yang menentukan ekspor suatu negara. Faktor yang lebih penting lagi adalah kemampuan dari negara tersebut untuk mengeluarkan barang – barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri. Maksudnya, mutu dan harga barang yang diekspor tersebut haruslah paling sedikit sama baiknya dengan yang diperjualbelikan dalam pasaran luar negeri. Cita rasa masyarakat di luar negeri terhadap barang yang dapat diekspor ke luar negara sangat penting peranannya dalam menentukan ekspor suatu negara.  Secara umum boleh dikatakan bahwa semakin banyak jenis barang yang mempunyai  keistimewaan yang sedemikian yang dihasilkan oleh sesuatu negara, semakin banyak ekspor yang dapat dilakukan.
Pendapatan nasional dianggap bukan penentu penting dari ekspor suatu negara. Ekspor akan secara langsung mempengaruhi pendapatan nasional. Akan tetapi hubungan yang sebaiknya tidak berlaku, yaitu kenaikan pendapatan nasional belum tentu menaikkan ekspor oleh karena pendapatan nasional dapat mengalami kenaikan sebagai akibat kenaikan pengeluaran rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan penggantian barang impor dengan barang buatan dalam negeri.
Ciri yang baru diterangkan ini menyebabkan ekspor dipandang sebagai pengeluaran otonomi – yaitu seperti yang diterangkan sebelumnya, adalah pengeluaran yang besarnya tidak tergantung kepada pendapatan nasional.

Faktor – faktor yang menentukan Impor
Dalam gambar sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka diatas ditunjukkan bahwa hanya rumah tangga yang membeli barang – barang dari luar negara. Dalam praktiknya tidaklah demikian, barang buatan luar negeri juga diimpor oleh sektor lain, yaitu oleh perusahaan dan pemerintah. Perusahaan mengimpor bahan mentah dan barang modal dari luar negeri. Pemerintah juga melakukan hal yang sama, yaitu pemerintah menggunakan barang  konsumsi dan barang modal yang di impor. Walau bagaimanapun dalam analisis makroekonomi diasumsikan bahwa impor terutama dilakukan oleh rumah tangga. Maka fungsi impor sangat berhubungan dengan pendapatan nasional. Yang dimaksudkan dengan fungsi impor adalah kurva yang menggambarkan hubungan di antara nilai impor yang dilakukan dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai. Seperti telah dinyatakan impor adalah pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi pendapatan nasional maka semakin tinggi pula impor.

Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Sebelum keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi terbuka diterangkan, terlebih dahulu akan ditunjukkan syarat keseimbangan dalam perekonomian terbuka. Bagian ini juga akan menerangkan dua hal berikut : ( i ) efek perubahan ekspor dan impor terhadap keseimbangan pendapatan, dan ( ii ) suatu contoh angka untuk menunjukkan keseimbangan dalam perekonomian terbuka dan perubahan keseimbangan tersebut.


Syarat Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan dimana ( i ) penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, dan ( ii ) suntikan sama dengan bocoran. Uraian berikut akan menerangkan bagaimana keadaan tersebut tercapai dalam perekonomian terbuka.
Penawaran dan Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian Terbuka
Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan didalam negeri terdiri dari dua golongan barang : ( i ) yang diproduksi di dalam negeri dan meliputi pendapatan nasional ( Y ), dan ( ii ) yang di impor dari luar negeri. Dengan demikian dalam perekonomian terbuka penawaran agregat atau AS terdiri dari pendapatan nasional ( Y ) dan impor ( M ) dalam formula :


AS = Y + M
 
 


Uraian sebelum ini mengenai sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka telah menunjukkan bahwa agregat ( AE ) meliputi lima komponen berikut : pengeluaran rumah tangga ke atas barang produksi dalam negeri ( Cdn ), Investasi swasta ( I ), pengeluaran pemerintah ( G ), ekspor ( X ) dan pengeluaran ke atas impor ( M ) dalam formula :


AE = Cdn + I + G + X + M
 
 

Dalam gambar tersebut juga ditunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran barang dalam negeri dan pengeluaran ke atas barang impor. Maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut :


C = Cdn + M
 
 


Berdasarkan persamaan diatas, persamaan AE boleh disederhanakan menjadi :


AE = C + I + G + X
 
 


Dimana nilai C meliputi pengeluaran ke atas produksi dalam negeri dan barang yang di impor.
Dalam setiap perekonomian ( apakah ia terdiri dari dua sektor, tiga sektor atau empat sektor ) keseimbangan pendapatan nasional dicapai apabila penawaran agregat ( AS ) sama dengan pengeluaran agregat ( AE ). Dengan demikian, dalam perekonomian terbuka keseimbangan pendapatan nasional akan tercapai apabila :


Y + M = C + I + G + X
 
 


Atau :
Y = C + I + G + ( X – M )
 
                                                                                                                        

Suntikan dan Bocoran dalam Perekonomian Terbuka
Dalam pendekatan suntikan – bocoran, keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka dicapai dalam keadaan berikut :


AE = C + I + G + X
 
 

Uraian berikut menerangkan mengapa kesamaan perlu dicapai untuk menentukan keseimbangan  pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka.
Perhatikan kembali gambar sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka, Aliran 1 pada dasarnya menggambarkan pendapatan nasional ( Y ) yang telah dikurangi oleh pajak pendapatan perusahaan ( Aliran 2 ), seterusnya pendapatan nasional akan mengalir ke  sektor rumah tangga dikurangi pula oleh pajak pendapatan individu ( Aliran 3 ). Sisa yang diperoleh merupakan pendapatan disposebel ( Yd ). Maka dalam formula :


Yd = Y – Pajak Perusahaan – Pajak Individu
 
 


  atau :
Yd = Y - T
 
 


Seterusnya pendapatan disposebel tersebut digunakan untuk tujuan – tujuan berikut :
C = Cdn + M
 
( i ) untuk membeli barang buatan dalam negeri dan barang impor. Dalam persamaan

  ( ii ) untuk ditabung, yaitu sebanyak S.



Y – T = C + S
 
Berdasarkan kepada ( i ) dan ( ii ) maka Yd = C + S. Oleh karena Yd = Y – T. Maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut :


Y = C + S + T
 
atau :

dimana C adalah pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dalam negeri dan barang impor.
Uraian mengenai keseimbangan mengikut pendekatan penawaran agregat – pengeluaran agregat menunjukkan bahwa keseimbangan dicapai apabila :


Y = C + I + G + ( X – M )
 
 
                                                                                                                        
Dengan demikian dalam perekonomian terbuka yang mencapai keseimbangan pendapatan nasional berlaku kesamaan berikut :


C + I + G + ( X – M ) = C + S + T
 
 


I + G + X = S + T + M
 
atau :


Keseimbangan dalam Perekonomian Terbuka
Apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri dari tiga sektor, keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan : Y = C + I + G. Dengan demikian pendapatan nasional adalah Y3. Apabila perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka, akan timbul dua aliran pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Ekspor akan menambah pengeluaran agregat manakala impor akan mengurangi pengeluaran agregat. Dengan demikian, apabila perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke ekonomi terbuka, pengeluaran agregat akan bertambah sebanyak ekspor neto, yaitu sebanyak ( X – M ). Nilai ekspor neto ini perlu ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian tertutup ( AE = C + I + G ) dan akan diperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekonomi empat sektor, yaitu AE = C + I + G + ( X – M ).

Sebagai akibat dari perubahan ini keseimbangan pendapatan nasional pindah dari E0 menjadi E1, dan menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y3 ( pendapatan nasional dalam perekonomian tertutup ) menjadi Y4 ( pendapatan nasional untuk perekonomian terbuka ).
Dalam perekonomian terbuka pendapatan nasional adalah sama dengan pengeluaran – pengeluaran berikut : pengeluaran rumah tangga terhadap produksi dalam negeri, tabungan rumah tangga, pajak perusahaan dan individu yang dibayar dan pengeluaran ke atas barang impor. Dalam persamaan :


Y = Cdn + S + T + M
 
 


Oleh karena kesamaan di atas maka apabila Y = Cdn dengan sendirinya S + T + M = 0
Perubahan – perubahan Keseimbangan
Perubahan – perubahan rumah tangga, perubahan komponen – komponen suntikan ( I, G, dan X ) dan perubahan komponen – komponen bocoran ( S, T dan M ) akan menimbulkan perubahan ke atas keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam pengeluaran rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan pendapatan nasional.  Kenaikan pengeluaran agregat juga akan menimbulkan proses multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan nasional adalah lebih besar dari penambahan pengeluaran agregat yang berlaku. Dalam ekonomi empat sektor nilai multiplier adalah lebih kecil dari ekonomi tiga sektor. Sebabnya adalah karena dalam perekonomian terbuka dimisalkan impor adalah sebanding dengan pendapatan nasional, yaitu persamaan impor adalah M = m Y. Nilai m menyebabkan tingkat “ kebocoran “ ( persentasi dari pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk menimbulkan proses multiplier selanjutnya ) menjadi bertambah besar.
Perubahan komponen yang meliputi bocoran ( S, T dan M ) akan menimbulkan akibat yang sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan menyebabkan pendapatan nasional akan berkurang lebih besar dari kenaikan bocoran.
Keseimbangan Perekonomian Terbuka : Contoh Angka
Untuk lebih memahami mengenai kegiatan perekonomian terbuka, yang merupakan analisis dari kegiatan perekonomian yang sebenarnya, uraian mengenai hal tersebut perlu dilengkapi dengan satu contoh penghitungan.



Pengertian Multiplier
Multiplier didefinisikan sebagai angka yng menunjukkan perbandingan di antara pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan pengeluaran agregat. Multiplier dalam perekonomian terbuka adalah multiplier dalam perekonomian terbuka ( dan dalam ekonomi yang sebenarnya ) sama atau berbeda dengan multiplier dalam ekonomi tertutup.
Persamaan Multiplier Perekonomian Terbuka
Untuk menentukan formula multiplier dari perekonomian terbuka perlu dibuat beberapa pemisalan mengenai fungsi konsumsi, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah, ekspor, impor dan pajak.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus