Kamis, 24 Januari 2013

Pinokio


Cerita dimulai dengan seorang tukang kayu yang mendapatkan bahwa sepotong kayu yang akan dijadikannya kaki meja ternyata bisa berbicara. Tidak hanya itu, kayu itu juga bisa bergerak sendiri memukul tukang kayu dan Geppetto yang saat itu datang ke rumahnya, memicu perkelahian antara mereka. Kayu itu kemudian diberikan pada Geppetto untuk dijadikan boneka. Boneka yang kemudian diberi nama Pinokio itu sudah kurang ajar sejak awal: melotot, menertawakan, menjulurkan lidah, mengambil wig, menendang, melarikan diri, bahkan mengakibatkan Geppetto masuk penjara. Hidungnya sudah panjang (dan tidak bisa dipendekkan dengan memotongnya) sejak dibuat. Pinokio juga sangat malas. Janji-janji yang dibuatnya berkali-kali dilanggar.
Walau Pinokio sebegitu menyebalkan, Geppetto tetap sabar dan baik padanya (aku tambah sebal). Mulai dari memberikan sarapannya untuk Pinokio, memasangkan kaki baru (kaki lama Pinokio terbakar waktu tidur dengan kaki terjulur ke perapian), menjual jaketnya satu-satunya untuk membelikan buku ejaan, dan macam-macam lagi. Pinokio malah membalasnya dengan menjual buku ejaannya demi menonton pertunjukan boneka.

Karena kebodohannya, Pinokio juga jatuh berulang kali ke tangan si jahat Rubah dan Kucing, yang menipu, mengambil uang, dan menggantung Pinokio di pohon. Ia juga diselamatkan berulang kali oleh Peri berambut biru (mulai dari wujud boneka kecil sampai wanita dewasa). Pendeknya, kekurangajaran, kenaifan, dan kemalasan Pinokio seakan tidak ada habisnya. Tapi pada akhirnya, sesudah mengalami banyak kesengsaraan, Pinokio yang pada dasarnya tidak jahat dan sebenarnya sangat menyayangi Geppetto, akhirnya memperoleh apa yang diinginkannya. Usaha kerasnya untuk menolong Geppetto dari perut ikan paus dan menyembuhkan Geppetto telah menjadikan dirinya pantas menjadi manusia yang sebenarnya, flesh and blood.

Sebegitu panjang, berbelit dan sarat realita brutal semua hal yang harus dialami Pinokio untuk menjadi manusia seutuhnya (caila...), tidak heran oleh media film untuk anak-anak dibuat lebih sederhana dan kurang sengsara dibanding aslinya. Bahkan, di edisi asli Pinokio (yang serial di majalah), cerita berakhir dengan Pinokio mati digantung. Tokoh Peri Biru baru dimunculkan ketika kisah Pinokio dibuat menjadi buku, dimana Peri Biru ini menyelamatkan Pinokio.

Human Brain Need Vacation


Doing the same routine every day will lead to saturation and the brain can not work optimally. There are 4 reasons that make the human brain needs a vacation.

A study conducted by the Families and Work Institute found that doing a vacation like going to museums or the beach nearby is important for the brain.

Here are 4 reasons that make the holiday becomes important for the brain, as quoted from Myfoxorlando.com:

1. Improve Memory
Dr. Russell Poldrack as director of the Imaging Research Center at the University of Texas at Austin said the holiday will provide a new experience, this condition will make the brain responds by releasing dopamine into the hippocampus (part of the brain that creates a memory or memories). This will improve memory and help protect against Alzheimer's disease.

2. Enhance creativity
American and French researchers found the holidays can increase the ability to solve problems, raise awareness of the connection is lost and to encourage people to try something new. This is because vacation facilitate the mind's creativity.

3. Sharpens concentration
Researchers from the University of Pittsburgh reported that people with serious health conditions tend to take less time thus increasing the levels of stress hormones. Poldrack said when someone is tired, then the prefrontal cortex will be overwhelmed due to the amount of stress hormones and makes one lose focus or concentration.

4. Provide rest time
The study found 2-3 days after the holiday people will have a rest time and a higher quality sleep, it can even be increased to 80 percent. Quality sleep can improve memory and brain health.

JENIS JENIS PERUSAHAAN


  1. Badan Usaha
Perusahaan adalah kesatuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa. Perusahaan disebut juga sebagai pabrik atau tempat mengolah sumber2 ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan, yakni mencapai keuntungan.
Badan Usaha adalah kesatuan organisasi yang terdiri dari modal dan tenaga kerja yang bertujuan untuk mencari keuntungan atau kesatuan yuridis dan ekonomi yang bertujuan mencari laba. Untuk mencapai tujuan, badan usaha harus mempunyai perusahaan.
Berdasakan garis besar, badan usaha dapat digolongkan menjadi:
1)      Badan Usaha Milik Negara
2)      Badan Usaha Milik Swasta
3)      Badan Usaha Campuran
4)      Badan Usaha Milik Daerah
Berdasarkan lapangan usahanya dibedakan menjadi:
1)      Badan Usaha Ekstraktif adalah usaha yang bergerak di bidang pengambilan kekayaan alam yang telah tersedia tanpa mengubah sifatnya. Contoh : usaha pertambangan.
2)      Badan Usaha Agraris adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan tanah seperti pertanian, perkebunan, perikanan.
3)      Badan Usaha Industri adalah usaha yang bergerak dalam pengolahan bahan baku menjadi barang jadi atau bahan setengah jadi. Contohnya tekstil, semen, dll.
4)      Badan Usaha Perdagangan adalah usaha yang melakukan kegiatan membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya. Contohnya supermarket, minimarket, dll.
5)      Badan Usaha Jasa adalah usaha yang melakukan kegiatan memberi pelayanan jasa kepada masyarakat umum. Contohnya usaha angkot, asuransi, hotel, dll.
  1. Badan Usaha Swasta
Dimiliki dan dijalankan oleh individu atau sekelompok orang yang mencari laba. Jenisnya adalah:
  1. Badan usaha perseorangan : dikelola sendiri selaku perorangan. Contohnya pedagang kaki lima.
  2. Persekutuan Firma (Fa) :  suatu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih dan menjalankan usahanya menggunakan nama bersama. Tanggung jawab anggota firma tidak terbatas. Laba yang diperoleh akan dibagi kepada seluruh anggota firma berdasarkan besar kecilnya modal yang disertakan. Setiap anggota firma berhak bertindak atas nama firma, sehingga bila salah seorang anggota dirma melakukan tindakan ayng menimbulkan resiko, maka resiko2 tersebut menjadi tanggung jawab anggota firma yang lain. Disebut tanggung jawab setia kawan. Misalnya praktek dokter bersama.
  3. Persekutuan Komanditer (CV / Commanditer venootscaphy) : yang membedakan CV dengan Firma adalah tanggungjawabnya dan keikut serta anggotanya. CV punya 2 jenis anggota (sekutu) yaitu anggota aktif dan anggota pasif.
Anggota Aktif adalah anggota yang bertindak sebagai pengelola perusahaan. Anggota ini bertanggung jawab penuh. Dapat mengambil keputusan dengan cepat tanpa perlu bertanya atau berkonsultasi dengan persero pasif.
Anggota Pasif (komanditer) berperan sebagai penanam modal CV. Tidak terlibat dalam pengelolaan CV sehari-hari. Tidak bisa ikut campur karena terbatas menurut modal yang disetorkannya. Jika CV bangkrut, maka kekayaan pribadi anggota aktif digunakan untuk melunasi utang-utang perusahaan. Anggota pasif berhak menuntut modalnya kepada anggota aktif, meskipun akan menemui kesulitan dalam menarik modalnya kembali.
d. Perseroan Terbatas (PT)
Badan usaha yang berbadan hukum, didirikan oleh beberapa orang dan modalnya terdiri dari saham-saham (surat sero). Tanggung jawab terbatas. Kekuasaan tertinggi terdapat pada Rapat Umum Pemegang Sahan. Ketentuannya 1 lembar saham memiliki 1 suara. Jika pemegang saham tidak datang, maka hak suaranya dapat diserahkan pada orang lain yang disebut “PROXY”. Pendirian PT harus dengan persetujuan notaris dan meminta persetujuan kepada mentri kehakiman dan dipimpin oleh seorang Direksi (direktur).
  1. PT Terbuka
  2. PT Tertutup
  3. PT Kosong
  4. PT Negara
Perbedaan saham:
Saham biasa (common stocks)
  • Dividen dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba
  • Memiliki hak suara
  • Hak memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila bangkrut, namun setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi.
Saham Preferen (Preffered stocks)
  • Memiliki hak paling dulu memperoleh dividen
  • Tidak memiliki hak suara
  • Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam pencalonan pengurus
  • Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham, apabila perusahaan dilikuidasi namun setelah kewajiban utang dilunasi.
  • Kemungkinan dapat memperoleh tambahan dari pembagian laba perusahaan, disamping penghasilan yang diterima secara tetap.
e. Yayasan
Badan usaha yang dibentuk untuk menyediakan jasa di bidang sosial, pendidikan, agama dan jasa non bisnis lainnya. Yayasan tidak mengeluarkan saham karena tidak ada dividen yang dibayarkan, dan tidak ada yang tertarik untuk membeli atau menjual saham yayasan. Keuntungan lain yayasan adalah yayasan bukan object pajak sehingga tidak dikenai pajak.
f. Koperasi
Sesuai dengan UU RI no.25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koerasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
3. Peranan Badan Usaha Swasta dalam Perekonomian Indonesia
  1.  
    1. Membantu membuka kesempatan kerja.
    2. Membantu meningkatkan atau menambah pendapatan negara.
Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 pelaku kegiatan perekonomian Indonesia adalah pemerintah dan swasta.
4. Bentuk-bentuk BUMN
  1.  
    1. PERJAN (perusahaan negara jawatan)
    2. PERUM (Perusahaan Negara Umum)
    3. PERSERO (Perusahaan Negara Perseroan)
5. Peran BUMN dan BUMD dalam Perekonomian
Faktor yang membuat BUMN sering rugi:
  • Selain diharapkan menghasilkan keuntungan, BUMN diwajibkan melaksanakan fungsi sosial. BUMN sering dipaksa menerapkan harga di bawah harga produksi untuk memberi subsidi kepada masyarakat.
  • Banyak BUMN yang terus menerima tambahan pekerja hanya untuk memenuhi sasaran menciptakan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran. Hal ini bisa mengurangi laba dan efisiensi BUMN tersebut.
  • Seringkali keputusan penting diambil pleh pemerintah sehingga manajer atau pengelola BUMN tidak bisa berbuat banyak.
a. BUMD
Badan usaha yang diatur melalui peraturan daerah untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Modal BUMD merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Tujuannya:
  1. Ikut serta melaksanakan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya dan pembangunan daerah pada khususnya.
  2. Meningkatkan pendapatan daerah yang bersangkutan.
Kegiatan usaha BUMD satu daerah dengan lainnya berbeda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah dan disahkan oleh instansi atasannya. Contohnnya:
BUMD tingkat I disahkan oleh gubernur
BUMD tingkat II disahkan oleh Menteri Dalam Negeri.
b. Kebaikan BUMD dan BUMN
  • Melayani kepentingan umum
  • Kelangsungan hidup terjamin
  • Tidak mengalami kesuliatan modal karena modal berasal dari kekayaan negara atau daerah yang dipisahkan.
  • Status pegawai diatur oleh peraturan pemerintah atau daerah sehingga menimbulkan rasa aman bagi para karyawan.
  • Jika menderita kerugian, yang menanggung adalah pemerintah
  • Menjalankan usaha vital yang jarang digarap oleh pihak swasta.
  • Pengawasan disalurkan terhadap semua anggota organisasi secara berjenjang dan berkesinambungan sehingga tujuan BUMN dan BUMD dapat terwujud.
c. Kelemahan BUMN dan BUMD
  • Pegawai kurang disiplin karena banyak mendapat fasilitas negara.
  • Birokrasi pemerintah yang panjang membuat BUMN dan BUMD tidak efisien dalam melakukan tugasnya.
  • Keterbatasan kemampuan dan keahlian dalam menglola BUMN dan BUMD sehingga sering menderita kerugian.

Kamis, 03 Januari 2013

Hubungan Kausal


Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. Misalnya, jika hujan-hujanan, kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat 1 akibat 2.
    • Sebab-Akibat
Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab, kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A mengakibatkan B.
Contoh:
Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Pertanian, perdagangan, dan industri, dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Produksi nasional pun meningkat. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Dengan demikian, kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini, Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.
Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.
    • Akibat-Sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya.
Contoh:
Kemarin Badu tidak masuk kantor. Hari ini pun tidak. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Karena itu, pasti Badu itu sedang sakit.
    • Sebab-Akibat-1 Akibat-2
Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh:
Mulai tanggal 17 Januari 2002, harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, dan lain-lain dinaikkan harganya. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Paragraf

Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.